December 13, 2019

Tips saat membeli kamera bekas

Saya adalah photographer dengan budget pas – pasan bahkan terkadang pas banget pas mau beli kamera baru uang ngak ada, kecuali pundi rupiah anda berlimpah ruah saat penarikan kadang tercecer di mesin ATM, sebagai photographer pas – pasan gear kamera yang saya pakai semuanya adalah kamera bekas dan lensa bekas yang tidak bekas hanya filter dan tas kamera satu lagi tripot karena harganya memang masih tergolong murah di bawah sejutaan, apakah salah kita membeli barang bekas tidak ada yang bisa menyalahkan karena budget kita cukup segitu kecuali mereka yang protes mau nambah untuk membeli kamera baru.

Ada harga ada kwalitas kata – kata itu memang betul adanya kwalitas barang bekas dengan baru pasti jauh berbeda terutama kondisi fisik sebagai penikmat barang bekas terutama kamera digital saat membeli kamera ini harus kita prhatikan :

  1. Kondisi fisik

Ini adalah kondisi yang jelas terlihat di mata saat kita melihat barang tanpa ada keahlian khususpun kita bisa menilai kondisi ini, perhatikan body kamera apakah ada pecah seperti lcd retak tutup baterai hilang dan lain – lain jika hanya lecet pemakaian itu wajar namanya juga bekas jangan – jangan barang yang kita beli ini sudah tangan kesekian dari tangan pertama, dan pastikan kerusakan di body kamera tidak begitu parah dan tidak membutuhkan biaya tambahan lebih saat memperbaiki jika kamera sudah di tangan.

  1. Sensor kamera

Sensor adalah rangkaian cahaya tempat gambar hasil jeperatan,  letak sensor berada dalam body kamera pada kamera DLSR sensor tertutup oleh mirror jika shutter di pencet maka sensor akan terbuka dan pada kamera mirolles sensor tidak di tutup dengan mirror kondisi sensor akan sangat berpengaruh pada kwalita gambar yang di hasilkan kamera jika sensor berdebu masih gampang untuk di bersihkan namun jika lecet atau berjamur ini akan susah untuk mengecek sensor bersih atau tidak anda jepretkan kamera pada kertas putih tapi tidak mengunakan lensa setelah di jepret zoomkan hasil photo apakah ada kotoran atau tidak jika ada bintik – bintik hitam dan kotor berarti ada yang salah di sensor.

  1. Shutter count (SC)

Shutter count atau yang biasa di singkat sc adalah jumlah berapa jepretan yang telah dilakukan oleh kamera tersebut harus kita ketahui bahwa kamera mempunyai batas umur jepretan jika sudah melebihi kamera tidak bisa digunakan lagi, bagi orang awam jumlah SC kamera mungkin tidak menjadi perhatian setelah di beli baru di pakai beberapa bulan kamera rusak dan tidak bisa di fungsikan lagi kan jadi rugi untuk memperbaiki masalah satu ini biayanya cukup mahal, untuk mengecek SC terdapat beberapa aplikasi di goegle anda searching saja .

 

 

Please follow and like us:

Hits: 13

admin

terima kasih telah berkunjung. saya menyukai dunia petualangan seperti mendaki gunung dan kegiatan adventure lainya saat ini saya  berdmomisili d kota Jambi, melakukan perjalanan adalah salah satu cara mensyukuri ciptaan tuhan dan berinteraksi dengan banyak orang, setiap perjalanan harus diceritakan kepada orang lain dengan media yang tepat salah satunya adalah photo dan catatan infromasi yang di bagikan melalui website ini dan media sosial lainya, anda bisa melihat hasil jepretan saya di: Instagram@dhe_jhe_ckm Phone/wa : 081368236354

View all posts by admin →