Jalan – Jalan ke Museum Bank Mandiri Kota Tua

Jalan – Jalan ke Museum Bank Mandiri Kota Tua

Sudah sering saya ke Jakarta dan sudah tidak terhitung berapa kali ke kawasan kota tua Jakarta, tapi ini kali pertama saya berkunjung ke Museum Bank Mandiri yang ada di kota Tua Jakarta , berkunjung kesini juga nggak ada rencana sebenarnya setelah berbelanja di pasar Asemka sebenarnya berniat pulang dan memesan taxi online dari depan museum Mandiri agar nanti sopirnya nggak kebingungan karena ada patokan yang jelas, sampai di depan museum saya melihat begitu ramai pengunjung keluar masuk dari gedung tua satu ini, setelah berdiskusi bersama Nona Margaretha kami memutuskan masuk ke museum mumpung masih di Jakarta dan selama ini juga belum pernah masuk ke museum di kota Tua.

Untuk masuk ke musem Mandiri pengunjung tidak boleh membawa tas yang ukuran besar seperti ransel dan tas lainya kecuali tas pingang nanti petugas akan mengingatkan pengunjung yang membawa ransel untuk di titip di tempat penitipan dan jangan khawatir tas anda akan tertukar karena akan di beri label dan kartu penitipan seperti penitipan barang pada umumnya, sebelum masuk ke museum saya membeli tiket di loket biaya tiket hanya IDR 5.000/orang tapi nanti tanda izin masuknya bukan tiket tapi seperti kertas yang di tempel di baju, ini mengingatkan saya saat belanja di pusat oleh – oleh krisna di Bali, apa saja isi museum Bank Mandiri ? baiklah saya akan coba menulisnya pada ruangan pertama kita akan melihat beberapa barang – barang tua dan ruangan dengan patung manusia seperti sebuah aktivitas perkantoran pada masa lalu hanya saja pengunjung tidak bisa menyentuh patung karena di batasi oleh pembatas terali besi, di bagian ini juga di pajang beberapa barang – barang antik seperti alat musik dan sepeda ontel kemudian di ruangan selanjutnya ada beberapa penjelasan tentang sejarah manusia menyimpan uang seperti photo dan keterangan celengan babi kemudian ada ruangan 3D di lantai saya sempat kaget karena ada suara percikan air dan ikan di lantai yang bergerak ruangan berikutnya ada patung yang mengambarkan perusahaan tebu dan buruh pabrik.

Di dalam museum mandiri terdapat pajangan alat – alat yang di gunakan perbankan pada masa dahulu seperti mesin penghitung uang alat telekomunikasi dan mesin tik yang digunakan untuk aktivitas perbankan pada masa dulu alat – alat yang dipanjang ada yang boleh di sentuh dan tidak. Anda harus melihat tulisan di sisi barang – barang yang dipajang , selain peralatan tersebut juga ada jenis – jenis cek yang diberi bingkai kaca lengkap dengan keteranganya, ada sudut yang menarik bagi saya sebagai pengemar dunia photography di sini juga di pajang beberapa photo pemenang lomba photo dengan tema Bangunan Bank Mandiri tahun 2019 semoga saja photo saya bisa menyusul hehehe , suasana masa dahulu sangat terasa di dalam museum karena bangunan yang digunakan memang bangunan bersejarah bekas Bank mandiri , saat berkunjung kesini saya juga turun ke lantai dasar di sini  tertata rapi berbagai jenis brangkas – brangkas tua dengan berbagai ukuran selain itu ada beberapa ruangan yang di sekat di depan ruangan terdapat penjelasan tentang ruangan tersebut dan digunakan untuk apa pada masa dahulu, kebetulan pas kesini kemaren ada pameran lukisan di lantai atas lukisan yang dipajangkan memang lukisan bersejarah karya Leonardo davinci dengan lukisan bersejarah jadi saya tidak perlu lagi ke Eropa untuk melihat lukisan – lukisan karya pelukis terkenal dunia ini , di dalam museum juga terdapat lukisan Perjamuan Malam Terakhir Yesus Kristus bersama Para Murid dengan ukuran besar, saya mengabadikan beberapa lukisan ini dengan kamera saya, lukisan yang di tampilkan bukan lukisan asli melainkan dalam format digital canggih sesuai dengan ukuran aslinya.

Waktu buka museum Bank Mandiri dari hari Selasa sampai hari Minggu sementara hari Senin dan hari libur nasional museum tidak di buka untuk umum.

Share