Mencoba mitos beringin kembar di alun – alun Jogjakarta

  • admin
  • June 24, 2019
  • Comments Off on Mencoba mitos beringin kembar di alun – alun Jogjakarta

Cerita artikel saya masih belum beranjak dari cerita perjalanan saya ke Jogjakarta, Jogja adalah kota yang selalu dirindukan bagi siapa saja yang pernah mengunjunginya contohnya saya sendiri dalam waktu awal tahun ini saya sudah dua kali ke Jogjakarta sekedar hanya untuk melakukan liburan ringan, perjalanan sebelumnya saya lakukan dengan kereta api dari Jakarta tapi kali ini karena waktu libur yang  singkat  saya memilih naik pesawat dari Jakarta, Bandara Jogjakarta adalah bandara dengan lalu lintas penerbangan yang sibuk buktinya sebelum landing pesawat yang saya tumpangi sempat beberapa kali berputar sebelum mendapat izin landing dari bandara awalnya saya sempat cemas kok pesawat ini memutar beberapa kali saya baru menyadari karena beberapa kali saya intip dari Jendela pesawat tampak jelas gunung sumbing dan merbabu meski sempat takut kesempatan ini saya gunakan untuk mengabadikan puncak gunung tersebut dari pesawat, perasaan saya mulai sedikit lega saat saya melihat kebawah sepertinya ketingian pesawat mulai berkurang.

  

Jogjakarta masih terkenal kental dengan budaya masa lalu selain sistem pemerintahanya bangunan bersejarah juga masih sangat terawat dan beberapa telah menjadi lokasi wisata pilihan seperti Keraton dan taman sari, belum lagi tentang candi , ah banyak candi yeng tersebar di daerah pingiran Jogjakarta, saat berkunjung dan menghabiskan malam di sekitaran Malioboro dan alun – alun utara, kita akan melihat  dua pohon beringin besar di tengah lapangan alun – alun, sebaiknya kesini pada malam hari  sebelumnya saya heran kenapa banyak orang yang melewati jalan antara dua beringin ini dengan menutup mata pada perjalanan saya ke Jogja sebelumnya saya tidak begitu tertarik dengan fenomena ini.

Menurut mitos siapa yang bisa melewati jalan antara kedua pohon beringin ini dengan mata tertutup bahwa permintaanya akan terkabulkan, pada malam saya berkunjung saya sempat melihat beberapa pengunjung melakukan ini ada yang lolos tapi sebagian besar malah menabrak pagar pelindung , selain mitos ini pohon beringin ini juga mempunyai cerita lain seperti berawal dari perjodohan putri sultan Hamengku buwono I sultan ingin menjodohkan putrinya dengan pria pilihanya namun putri merasa tidak cocok dan mengajukan satu syarat yaitu bagi siapa pria yang mampu melewati pohon beringin ini mulai dari pendopo alun – alun selatan dengan mata tertutup akan menjadi suaminya tapi tidak satupun yang mampu melakukan, hingga sang sultan bersabda semoga suatu saat nanti ada pria yang tulus hatinya mampu melewati sehingga ada salah satu sultan yang berasal dari Sliwangin yang mampu melakukan.

Karena merasa penasaran saya memangil pawang yang mengiringi wisatawan yang ingin mencoba melewati beringin, sang pawang dengan senang hati membimbing saya pertama saya berdiri beberapa meter dari pohon sang pawang menutup mata saya dengan kain hitam saat mata mulai ditutupi nuansa mistik mulai saya rasakan pawang membimbing saya dengan ucapan ayat alqur,an yang semakin lama semakin jauh terdengar sehingga sayup – sayup di telinga saya dan tiba – tiba pawang menepuk pundak saya untuk mulai berjalan suasana yang ramai tiba – tiba menjadi hening yang saya rasakan, yang terdengar hanya sayup –sayup suara pawang yang mengisyaratkan saya untuk terus berjalan,  saya yakin jalan saya lurus seperti niat awalnya namun tiba- tiba kaki saya seperti menginjak jalan yang bergelombang saya mulai berfikir ini tidak jalan semestinya yang mana di antara pohon beringin ini jalan datar setelah hati – hati melangkah sang pawang menyuruh saya berhenti dan membuka kain pengikat mata, saya sempat bingung karena sudah berdiri di salah satu sudut pagar pembatas pohon dan saya sadar jalan saya ini miring dan melenceng dari jalur yang seharusnya, kemudian sang pawang menjelaskan tentang banyak hal yang boleh anda percaya atau tidak penjelasan tergantung dari jalan yang  anda lewati saat melintasi antara kedua pohon beringin, lebar jalan antara kedua pohon beringin ini cukup lebar sekitar dua meter lebih, rasanya mustahil kita tidak mampu melewatinya dengan mata tertutup jika pun melenceng sepertinya tidak begitu jauh tapi saya malah sempat melihat seorang pria dewasa yang hanya berputar – putar padahal baru berjalan beberapa langkah jangankan melewati masuk keantara dua pohon ini pun belum, terlepas dari mitos itu semua kita jangan terlalu percaya melebihi kepercayaan kepada tuhan .

Untuk biaya melewati beringin kembar ini tidak dipatok biaya beberapa orang pawang menerima pemberian suka rela dari siapa saja yang akan mencobanya,,sebainya anda berkunjung kesini pada malam hari jika siang ckup panas karena beringin ini tepat berada di tengah lapangan terbuka.

Please follow and like us:

Hits: 31

admin

terima kasih telah berkunjung. saya menyukai dunia petualangan seperti mendaki gunung dan kegiatan adventure lainya saat ini saya  berdmomisili d kota Jambi, melakukan perjalanan adalah salah satu cara mensukuri ciptaan tuhan dan berinteraksi dengan banyak orang, setiap perjalanan harus diceritakan kepada orang lain dengan media yang tepat salah satunya adalah photo dan catatan infromasi yang di bagikan melalui website ini dan media sosial lainya, anda bisa melihat hasil jepretan saya di: Instagram@dhe_jhe_ckm Phone/wa : 081368236354