Dan akhirnya saya ke Bali

Bali,,?? Ah bermimpi saja saya tidak berani untuk kesana sejak dahulu apalagi punya niat untuk jalan – jalan, siapa yang tidak ingin ke Bali saya rasa banyak orang bermimpi ingin ke Pulau dewata ini, pulau yang terkenal indah dan ramah bagi siapa saja yang berkunjung menikmati keindahanya, saya sangat bersyukur bisa kesini apalagi tempat tinggal saya di Sumatera ke pulau bali harus cukup jauh rasanya karena harus transit terlebih dahulu di Jakarta.

Pada kesempatan ke Bali saya memesan tiket secara terpisah dari Jambi – Jakarta, dan Jakarta – Bali dengan maskapai yang berbeda ini saya lakukan untuk menghindari waktu transit yang panjang, penerbangan saya ke Bali cukup lancar cuaca sangat bersahabat karena saya termasuk orang yang takut jika dalam penerbangan cuaca buruk, pesawat yang saya tumpangi dari Jakarta mendarat mulus di Bandara International ngurah  rai Bali pada pukul 20:00 waktu setempat saya melihat jam tangan saat ingin mendarat masih jam 19:00 WiB saya lupa bahwa perbedaan waktu di Bali 1 jam lebih cepat dari WIB, seperti pada umumnya saat kita berkunjung ke daerah baru akan bingung memilih transportasi meski sering melakukan perjalanan saya juga seperti itu, sesaat setelah keluar dari pintu kedatangan para sopir taxi banyak yang menghampiri dan menawarkan jasa hingga datang seorang sopir dengan cukup ramah menawarkan jasa bahkan untuk tarif disamakan dengan tarif taxi online di aplikasi, karena lelah dan ingin cepat istirahat saya memutuskan mengunakan jasa yang ia tawarkan tujuan pertama saya adalah wilayah Sanur karena telah memesan penginapan melalui aplikasi online disana untuk menginap selama dua malam, sesampainya di penginapan setelah menyelesaikan proses cek in mandi adalah pilihan tepat kemudian mencari tempat makan dan tidur.

Saat pagi hari saya menuju panti sanur niatnya ingin memotret sunrise, saya sampai di pantai suasana masih gelap setelah menunggu cukup lama matahari sepertinya pada pagi ini tidak bersahabat dan malu – malu untuk muncul dan saya tetap mengabadikan beberapa moment aktivitas di masyarakat di pantai seperti nelayan yang mulai melaut dan awak kapal cepat ke nusa penida yang siap berangkat,  pagi ini sepertinya bukan hanya saya saja yang menunggu sunrise ini terbukti dari banyaknya orang yang menuju pantai saat hari mulai terang, pada hari pertama saya hanya menghabiskan waktu dan menikmati keindahan pantai sanur dan pada siang hari saya hanya ke pasar Sukawati untuk survey oleh – oleh tentang pasar ini sudah saya tulis pada artikel sebelumnya,

Berkunjung ke Pura Ulun danu Bratan di Badugul.

Lokasi wisata Bali satu ini cukup terkenal sebagai orang Indonesia Pura Ulun danu bratan sering anda lihat di mata uang Rp 50000 – pura ulun danau adalah bangunan ibadah umat Hindu dalam Bahasa Bali Ulun artinya adalah pinggir dan danu adalah danau, Pura ulun danau berarti pura di pingir danau Bratan, untuk biaya masuk ke lokasi ini Rp 40.000 – untuk wisatawan lokal setelah membeli tiket di loket pembelian pengunjung harus berjalan kaki ke pinggir danau, suasana pengunjung sangat rame saat ini mungkin karena moment liburan atau memeng begitu adanya setiap hari, saya mengabadikan setiap sudut pura entah kapan lagi saya ke sini, pura Ulun danu berada di dataran tinggi Pulau bali dari Kota Denpasar ditempuh dengan waktu 2 (dua) Jam kondisi jalan yang kecil dan berkelok dengan pemandangan lahan masyarakat mengingatkan saya pada kondisi jalan dari Kerinci ke Solok selatan di Jambi, di Pura ulun danu terdapat beberapa bangunan pura lainya yang bisa dijadikan background untuk berphoto suasana di bali sangat kental terasa di sini dengan bangunan pura dan patung – patung yang di balut kain bermotif kuning dan kotak – kotak catur di sekitar bangunan pura.

Terasering Jati luwih Tabanan

Sebenarnya saya berniat ke Ubud untuk melihat hamparan sawah atau dikenal dengan terasering di Bali hanya saja mengingat waktu dan takut terjebak macet teman saya yang menemani perjalanan menyarankan untuk ke Jati luwih, setelah berkunjung ke Pura Ulun danu perjalanan selanjutnya adalah Jati luwih jarak antara kedua lokasi ini tidak begitu jauh, kawasan Jatiluwih adalah hamparan sawah yang luas dengan bentuk  cetakan sawah yang bertingkat – tingkat nama jati luwih sendiri berasar dati kata “jati” dan “ luwih” yang artinya benar – benar indah hamparan sawah berundak – undak di jatiluwih cukup luas yang lebih menarik di sini adalah hamparan sawah dengan latar belakang gunung Batu karu sehingga membuat suasana sangat menarik dan benar – benar indah, selain hamparan persawahan di sini juga terdapat beberapa aliran sungai yang sangat jernih selain sebagai sumber irigasi juga bisa menjadi lokasi wisata pilihan untuk menyegarkan diri.

Tiket masuk ke lokasi ini Rp, 40000 -/orang kalau menyewa mobil biasanya sopir tidak perlu membeli tiket karena sopir disini merangkap sebagai guide dalam perjalanan, karena perut mulai lapar saya memilih untuk makan siang di lokasi ini, setelah memilih menu dan harga yang sesuai kami memutuskan makan di warung dengan bangunan yang lebih sederhana tentu dengan harga yang bersahabat karena beberapa tempat makan di sini terutama yang menyediakan menu prasmanan tarifnya lebih mahal, bagi saya sebagai traveler kere harga makan harus menjadi hal penting dan pasti memilih tempat yang murah dan perut tetap kenyang untuk menyambung hidup.

Tanah Lot.

Tempat satu ini memang menjadi tempat wisata favorit bagi wisatawan ke Bali, dari beberapa photo teman saya yang jalan – jalan keBali yang mereka share ke media sosial banyak yang berphoto disini, tanah lot adalah batu karang yang berada di tepi laut dengan ciri adanya bangunan pura tepat di atas batu karang yang langsung menghadap kelaut, selain keindahannya yang membuat tempat ini menarik adalah aktivitas umat hindu yang melakukan ibadah di Pura seperti berbaur dengan wisatawan yang datang baik lokal maupun International, biaya masuk ke Tanah lot Rp. 40000 – sepertinya ini menjadi tarif lokasi wisata di Pulau Bali saat berkunjung kesini sempat terjadi badai yang cukup deras sehingga pengunjung mendadak sepi karena berteduh di bawah tebing – tebing karang di tepi pantai,

Di Tanah lot juga terdapat tempat menjual oleh – oleh dengan harga yang cukup murah saya sempat membeli beberapa baju di sini sebelum kembali ke penginapan di Kuta,

Please follow and like us:

Hits: 11

admin

terima kasih telah berkunjung. nama saya Jasmal atau akrab di sapa dheje saat ini saya tinggal di Provinsi Jambi - Indonesia apa yang anda temukan di website ini adalah sedikit tentang cerita perjalanan yang saya lakukan, semoga saja bisa memberikan informasi , semua photo yang ada di sini adalah hasil jepretan saya pribadi untuk menjalin berkomunikasi lebih serius bisa hubungi saya di: Instagram@dhe_jhe_ckm Phone/wa : 081368236354

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of