Rumah tuo Rantau panjang Merangin

Perkampungan rumah tuo rantau panjang bisa menjadi tujuan anda jika berkunjung ke Bangko Merangin, Provinsi Jambi, sebenarnya Rumah tuo ini telah lama saya dengar ceritanya sewaktu saya masih di Bangko dulu hanya belum pernah kesana karena ada jadwal dari kantor untuk ke Bangko saya menyempatkan waktu untuk mengunjungi lokasi yang telah dijadikan cagar budaya oleh dinas pariwisata Merangin. Rumah tuo berada di kecamatan Tabir Merangin tepatnya berada di pasar rantau panjang waktu tempuh dari kota Bangko hanya cukup sebatang rokok istilah orang daerah Jambi menyebutkan kalau lokasi tujuan itu tidak jauh, tidak sulit untuk menemukan rumah tuo rata – rata masyarakat di pasar Rantau panjang sudah tau lokasi tepatnya jadi jika bertanya pasti mereka akan mengarahkan kita ke sana.

 

Perkampungan rumah tuo adalah areal kampung yang masih menjaga tradisi dan budaya leuluhur mereka seperti bentuk bangunan fisik rumah yang masih dipertahankan sampai saat ini meski di lokasi sekitar telah banyak dibangun rumah permanen dan modern, suasana perkampungan sangat kental terasa saat memasuki gerbang kampung di sepanjang jalan setapak terdapat jejeran rumah pangung dengan arsitektur yang sama, belum lagi aktivitas masyarakat seperti berkumpul di bawah rumah pangung kebetulan saat saya berkunjung kesana sedang ada acara pernikahan sehingga bertemu dengan ibu – ibu desa sedang memasak di halaman rumah, mereka sangat akrab menyambut kedatangan saya apalagi saat saya mengeluarkan kamera dari dalam tas sontak mereka memangil saya nak photo kami biar masuk tv (mau motret kami biar masuk televisi) ah ini suasana yang paling membuat saya senang ketika melakukan perjalanan jika bercengkarama dengan masyarakat setempat dengan logat bahasa daerah masing – masing meski hanya bisa menterjemahkan bahasa mereka secara sepengal – sepengal.

Setelah menyusuri areal perkampungan saya tertarik dengan salah satu rumah panggung yang lebih besar dan terawat dari beberapa rumah lainya, diberanda rumah duduk sang pemilik rumah sedang menikmati sebatang rokok, salah satu teman saya Anggi menghampiri bapak pemilik rumah untuk permisi berkunjung sang pemilik rumah bercerita panjang lebar tentang rumah yang mereka tinggali saat ini dan mengapa masyarakat di sini masih mempertahankan bentuk rumah mereka, kebetulan rumah yang di huni bapak tersebut adalah satu rumah yang menjadi ikon sejarah di perkampungan rumah tuo dan di nobatkan sebagai situs oleh pemerintah setempat ini terlihat dengan bentuk rumah yang masih rapi jika melihat kedalam ruangan rumah terdapat jejerapan alat – alat tradisional yang tersusun rapi. Menurut keterangan pemilik rumah usia rumah ini  687 tahun dan pemilik rumah saat ini adalah generasi yang ke 11.

 

 

Rumah di sini cukup unik terutama jendela rumah yang lebar dan biasanya hanya ada 1 atau 2 jendela setiap arsitektur rumah mempunyai nilai masing – masing salah satu contoh adalah bentuk pintu utama sengaja dibuat lebih pendek ini mengharuskan tamu yang masuk kerumah untuk menunduk sebagai bentuk hormat pada pemilik rumah, bentuk jendela rumah yang lebar dan lepas ke halaman supaya aktivitas di dalam rumah seperti menerima tamu rumah tidak rahasia dalam kampung, rumah tuo Rantau panjang rata – rata berupa rumah pangung dengan fungsi selain di bawah rumah bisa digunakan untuk tempat berkumpul bersama tetangga juga sebagai tempat menyimpan cadangan kayu bakar, selain suasana rumah yang masih tradisional masyarakat disini juga masih menjaga tradisi mereka dalam kehidupan sehari – hari seperti perempuan masih mengunakan tengkuluk dalam melakukan aktivitas.

 

 

Akses menuju lokasi.

Jika ingin berkunjung ke Rumah tuo lokasi tepatnya berada di pasar Rantau Panjang kecamatan Tabir  kabupaten Merangin jika dari Kota Bangko waktu tempuh ± 30 menit dengan mengunakan kendaraan roda dua maupun roda empat , jika dari kota Muaro Bungo waktu tempuh ± 45 menit jika masih bingung cukup bertanya pada masyarakat yang berada di Rantau panjang sebagian besar mereka mengetahui persis lokasi jika masyarakat tidak memahami rumah tuo bisa dengan menanyakan rumah adat, jika mengunakan kendaraan roda 4 (empat) sebaiknya parkir kendaraan di luar perumahan karena jalan yang sempit dan kendaraan akan menganggu aktivitas warga yang beraktivitas, jika berkunjung kesalah satu pemilik rumah sebaiknya membawa bekal seperti gula, kopi dan makanan ringan agar tidak membebankan pemilik rumah, waktu tepat berkunjung sebaiknya hari ke 4 lebaran karena akan ada pertunjukan silek penyudon  yaitu jenis silat  sebagai pertanda berakhirnya lebaran dan kembali ke aktivitas normal masyarakat dalam keseharian, selesai pertunjukan silat juga aka nada sajian berupa makanan tradisional seperti godok dan gulai pakis pasti selera makan anda kan kembali bergairah.

.

 

 

Please follow and like us:

Hits: 23

About the author

terima kasih telah berkunjung.

saya menyukai dunia petualangan seperti mendaki gunung dan kegiatan adventure lainya saat ini saya  berdmomisili d kota Jambi, melakukan perjalanan adalah salah satu cara mensukuri ciptaan tuhan dan berinteraksi dengan banyak orang, setiap perjalanan harus diceritakan kepada orang lain dengan media yang tepat salah satunya adalah photo dan catatan infromasi yang di bagikan melalui website ini dan media sosial lainya, anda bisa melihat hasil jepretan saya di:

Instagram@dhe_jhe_ckm

Phone/wa : 081368236354

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of