Memotret humaninterest

Begitu banyak aliran photography yang ada dari landsacape, streetphotography, kuliner, Human Interest dan photo wedding saya sebagai pendatang baru dalam dunia photography sanggat yakit setiap aliran tersebut punya tingkat kerumitan yang berbeda – beda, photo human interest salah satunya sebagai aliran photo yang mengambarkan aktivitas manusia baik dalam suka dan duka tapi alangkah baiknya photo yang dihasilkan tanpa adanya rekayasa dan memang begitu adanya yang lebih menariknya photo yang dihasilkan dari humaninterst akan bercerita dan memberikan pesan psikologis bagi mereka yang melihat.

 

Saya juga bukan tipikal photographer yang fokus pada aliran photo tertentu lebih tepatnya segala aliranlah tapi bukan kakek segala tau ya sehingga tau semua seperti tokoh dalam film wiro sableng, sebagai seorang yang suka melakukan perjalanan baik dalam urusan pekerjaan kantor dan perjalanan pribadi yang mengharuskan saya ke berbagai desa dan menginap bersama masyarakat akan rugi rasanya jika tidak mengabadikan aktivitas yang dilakukan masyarakat di desa seperti ibu – ibu yang berangkat memulai aktivitas mereka di ladang anak – anak yang mandi disungai dengan senyuman lebar terlihat suasana bahagia mereka dari senyum yang mereka hasilkan di dalam frame kamera saya, untuk menghasilkan photo human interest tentu kita harus melakukan aktivitas memotret di luar rumah ada beberapa tempat yang menurut saya menarik untuk menjadi lokasi hunting photo satu ini seperti di daerah pingiran kota/desa atau di sepanjang aliran sungai dengan beragam aktivitas manusia namun di padatnya kota ada beberapa objek yang bisa menjadi target photo humaninterest salah satunya aktivitas anak jalanan dan pedagang Koran di lampu merah.

         

Untuk menghasilkan aliran photo satu ini dan terkesan alami tanpa settingan kebutuhan lensa juga perlu diperhatikan memilih lensa panjang/tele sangat direkomendasikan sehingga bisa membidik objek dari jarak yang cukup jauh tanpa mereka sadari dari berbagai photo human interest yang saya hasilkan sebagian besar objek yang saya potret tidak menyadari bahwa mereka sedang saya photo  mengapa harus pakai lensa tele harus kita sadari tidak semua orang di desa mau di photo bukan artian itu tidak boleh hanya saja beberapa yang saya temui mereka akan malu dan langsung menutup wajah jika menyadari kita akan memotret terutama perempuan, aktivitas anak – anak di sungai juga menjadi objek yang menarik sebagian besar anak – anak desa akan senang jika menyadari dia menjadi objek photo dan akan bertingkah konyol dengan akting – akting mereka, sebagai etika dan menjalin ikatan emosional dengan objek photo alangkah baiknya kita melihatkan hasil photo kepada mereka dan mereka akan puas dan merasa di hargai setelah dipotret dan juga salah satu trik menjalin komunikasi dengan orang yang kita photo, dalam memotret human interest dan semua aliran photo tentu ada etika sebelum kita memutuskan untuk memotret objek di beberapa desa memotret aktivitas perempuan yang mandi di sungai tidak di benarkan secara adat dan melangar tata krama kecuali tidak ada yang mengetahui seperti salah satu hasil photo saya satu ini.

Kalau ketahuan masyarakat nantinya bisa denda adat terutama yang kita photo itu masih gadis hehehehe.

   

Dalam setiap perjalanan travelling yang saya lakukan saya selalu membawa lensa tele untuk mengabadikan moment – moment tertentu terutama jika menemukan objek aktivitas manusia seperti nelayan sedang menjala ikan di pantai atau danau dan aktivitas lainya yang hasil jepretan akan bercerita dengan sendirinya tanpa harus saya tambah caption saat di tampilkan di instagram , untuk settingan kamera pun tidak ada aturan baku yang saya lakukan tapi objek yang kita photo adalah manusia dan bergerak memilih pengaturan speed harus diperhatikan agar photo tidak buram dan saat memutuskan keluar rumah dan sampai dilokasi yang kita rencanakan pastikan kamera yang kita bawa dalam gengaman tidak sedikit objek photo yang terlewatkan karena harus mengeluarkan kamera terlebih dahulu dari dalam tas keburu objeknya sudah lewat atau sudah tidak menarik lagi aktivitas yang dilakukan ini kan jadi kesal sendiri, nah ini sedikit pengalaman saya dalam memotret photo humaninterest jika ada masukan silahkan tulis di komentar.

Please follow and like us:

Hits: 35

admin

terima kasih telah berkunjung. nama saya Jasmal atau akrab di sapa dheje saat ini saya tinggal di Provinsi Jambi - Indonesia apa yang anda temukan di website ini adalah sedikit tentang cerita perjalanan yang saya lakukan, semoga saja bisa memberikan informasi , semua photo yang ada di sini adalah hasil jepretan saya pribadi untuk menjalin berkomunikasi lebih serius bisa hubungi saya di: Instagram@dhe_jhe_ckm Phone/wa : 081368236354

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of