Menanti sunset di Pantai Parangtritis

Mengunjungi Jogjakarta sebenarnya tidak cukup dalam waktu satu atau dua hari saja Jogja itu istimewa sesuai dengan salah satu lirik lagu yang dinyanyikan oleh Jogja hip hop Foundation,  sebenarnya banyak lagi daerah yang saya kunjungi pada saat berwisata di daerah Isitimewa satu ini tapi pada tulisan ini saya akan fokus pada wisata parangtritis, pantai ini cukup familiar di telingga para traveler di Indonesia Parangtritis berada di Bantul Jogjakarta akses menuju parangtritis  bisa ditempuh dengan waktu 30 menit dari Kota Jogjakarta dengan kendaraan pribadi, sementara jika berkunjung mengunakan kendaraan umum sebaiknya sudah pulang pada  jam 17.00 WIB informasinya ini adalah jam terakhir angkutan dari Parangtritis ke Jogja dan  jika melewati pilihan lainya adalah naik kendaraan TAXI, karena tujuan saya ke Parang tritis untuk mengabadikan moment matahari terbenam saya berangakat dari Jogja jam 15.20 WIB sebelumnya sempat bingung bagaimana harus ke Parangtritis teman yang sebelumnya berjanji akan mendampingi perjalanan saya tiba – tiba ada kepentingan mendadak, setelah mencari info sana sini akhirnya saya memutuskan untuk menyewa kendaraan roda empat dengan biaya sewa Rp 350.000 per hari sebenarnya biaya sewa mobil di Jogja pada hari biasanya Rp 250.000 diluar sopir dan BBM dengan syarat kartu mahasiswa bagi pelajar KTP Asli bagi umum dan mempunya Surat Izin Mengemudi  kebetulan waktu kemaren dalam moment Libur nasional jadi biaya sewa mobil lebih mahal dari biasanya.

  

Gambar : Gumuk pasir

Didampingi salah satu teman dari Jambi yang kebetulan sedang melakukan studi di jogja jua merangkap sebagai Driver  maklum saya tidak bisa nyetir pernah sih belajar Cuma ya bisanya maju mundur doang. Karena moment liburan suasana jogja cukup macet hampir sama di Jakarta, di perjalanan saya sempat mampir di Jembatan yang menyeberangi sungai Progo karena melihat pemandangan cukup indah dengan landscape sungai dan langit biru saya menyarankan teman untuk berhenti di ujung jembatan karena kendaraan tidak boleh berhenti ya di tengah jembatan, saya berjalan kearah tengah jembatan sambil menenteng kamera DLSR Kesayangan dan mengabadikan pemandangan yang cukup indah,

ini landscape yang membuat saya berhenti

setelah ritual memotret saya selesai perjalanan kembali kami lanjutkan sebelum sampai pada jalan satu arah menuju Parangtritis kita akan melewati gerbang Retribusi dengan biaya masuk pantai Rp. 9.750 per pengunjung  dan ditambah Asuransi Jasa Raharja Rp.250  jadi totalnya Rp. 10.000 sementara untuk biaya parkir mobil di dalam beda lagi dengan biaya Parkir kendaran roda empat Rp.10.000, sebelum sampai kepantai ada baiknya anda berhenti ke Gumuk pasir Parang kusumo,  yaitu hamparan pasir yang cukup luas di sisi kanan jalan raya kalau kamu pernah melihat video Agnes monika lagu Matahariku nah shootingnya di sini dan bagi  yang suka photo – photo dan shelfie bisa mengambil moment di sini seakan – akan berada di gurun sahara versi Jogjakarta selain itu disini juga bisa bermain skateboard di pasir dan berseluncuran bebas tapi tetap harus hati – hati jika  kamu pakai sepatu saya sarankan untuk membukanya takutnya nanti masuk pasir dan jadi kotor.

  

Karena ingin mengabadikan moment sunset di parangtritis pada sore harinya saya menuju pantai parangtritis suasana masih sangat ramai sehingga saya harus memilih spot – spot memotret agar photo lebih fresh dan bebas keramaian. Pantai parangtritis terkenal dengan ombaknya yang besar jadi harus hati – hati apalagi membawa anak – anak jangan sampai diluar pengawasan, sambil menunggu matahari terbenam  saya menyiapkan peralatan photo dan sesekali memotret deburan ombak pantai dan landscape tebing di sisi kiri pantai dengan langit biru bersih, Pada pukul 17.30 WIB langit berubah warna menjadi kemerahan berarti moment yang saya nantikan sebentar lagi, oo ya disini kalau capek menyusuri pantai dari ujung ke ujung yang cukup panjang pengunjung bisa menyewa kendaraan motor ATV atau menaiki kereta yang ditarik kuda tapi masalah biaya saya tidak tau sebab tidak memanfaatkan fasiltas ini kemaren, kehadiran kuda penarik kereta di Parangtritis juga menjadi daya Tarik bagi beberapa photographer untuk mempercantik tampilan photo secara visual.

  

Gambar : suasana saat sunset.

Benar saja penantian saya tidak sia – sia menjelang maghrib langit begitu indah dengan pergerakan awan yang beriringan saya bersyukur berkunjung diwaktu yang tepat pantulan matahari di hamparan pasir yang basah bekas ombak pasir  pantai seolah – olah seperti cermin alami yang memantulkan sinar merah matahari dan awan. Moment matahari terbenam diparang tritis menjadi incaran beberapa photographer dari berbagai penjuru negeri bahkan dari mancanegara, pantai parang teritis mempunyai hamparan pasir yang cukup luas dari ujung keujung pantai dengan laut yang bersih dan deburan ombak yang besar, setelah magrib dan langit gelap saya kembali ke Jogjajakrta dengan keindahan pantai yang masih terekam dimemori saya dan tak hentinya bersyukur terima kasih tuhan saya sudah diberi waktu untuk berkunjung dan melihat keindahan pantai yang satu ini, nah untuk cerita tentang tempat liburan lainya di jogja tunggu saja pada tulisan selanjutnya,

 

 

Please follow and like us:

Hits: 31

admin

terima kasih telah berkunjung. saya menyukai dunia petualangan seperti mendaki gunung dan kegiatan adventure lainya saat ini saya  berdmomisili d kota Jambi, melakukan perjalanan adalah salah satu cara mensukuri ciptaan tuhan dan berinteraksi dengan banyak orang, setiap perjalanan harus diceritakan kepada orang lain dengan media yang tepat salah satunya adalah photo dan catatan infromasi yang di bagikan melalui website ini dan media sosial lainya, anda bisa melihat hasil jepretan saya di: Instagram@dhe_jhe_ckm Phone/wa : 081368236354